Waduuh.. Alergi Susu Sapi

Sedikit cerita tentang kekhawatiranku beberapa minggu yang lalu. Diwajah Naya, tepatnya dipipi sebelah kanan terdapat bintil2 merah. Aku mengira kalau bintil2 itu adalah biang keringat dan benar ketika Naya imunisasi, aku bertanya kepada sang dokter, dokter pun menjawab kalau itu adalah biang keringat yang nantinya akan hilang hilang sendiri. Hatiku pun lega.

Seminggu berlalu hingga hampir 2 minggu, tetapi bintil-bintil merah itu tak kunjung hilang malah menurutku semakin banyak dan menyebar hingga dipipi sebelah kiri, dagu, atas mata, hingga tangannya. Rasa khawatir muncul lagi. Apa benar ini biang keringat? tapi kenapa lama sekali tak sembuh-sembuh. Ibuku menyarankan untuk mengoleskan tepung kanji di tempat sang biang keringat itu berada. Memang saat Naya baru lahir dulu, dikening Naya juga sempat ada biang keringat dan pemberian tepung kanji terbukti ampuh bisa menyembuhkan dalam waktu 1-2hari.

Aku mencoba mengikuti saran ibu untuk memberikan tepung kanji hingga memandikannya menggunakan lactacyd baby sesuai dengan saran para bunda-bunda digrup facebook yang aku ikuti. Ada pula yang menyarankan untuk mengoleskan minyak kelapa yang dibuat sendiri. Hampir saja, aku mengikuti saran itu juga hingga suatu ketika bintil-bintil merah itu mulai menyerang kelopak mata Naya. Panik bukan main rasanya. Se-liar itukah biang keringat?

Aku sempat curiga, apa mungkin Naya alergi susu sapi? karena kebetulan asiku kurang lancar dan Naya agak ogah-ogahan nenennya, akhirnya terpaksa selain minum asi, Naya juga minum susu formula. Aku sempat browsing mencari tau tentang alergi susu sapi dan disitu dijelaskan kalau biasanya alergi susu sapi itu turunan dari orang tuanya yang juga mengidap alergi. Dugaanku terpatahkan oleh pernyataan itu karena aku dan abi gak pernah alergi macam itu. Tapi, apa salahnya untuk periksa daripada hanya mengira-ira tanpa kepastian.

Aku pun segera menghubungi abi Erik dan memintanya untuk bisa pulang kerja lebih cepat untuk mengajaknya ke dokter anak. Kebetulan saat itu hari Sabtu dan aku kurang yakin kalau ada dokter anak yang buka dihari Sabtu. Tapi Alhamdulillah setelah menghubungi rumah sakit terdekat, ternyata masih ada dokter anak yang praktek. Aku, Abi, dan Naya pun segera menuju ke dokter itu secepat kilat untuk mengejar waktu karena 45 menit lagi jadwal praktek dokternya akan ditutup.

Tak perlu menunggu lama untuk menanti giliran Naya diperiksa dan benar ketika diperiksa sang dokter, dokter pun langsung berkata,” waah… Kanaya minum susu apa? niy alergi susu lho… susunya diganti ya.. diganti yang soya atau HA.”

“Deg…” Jantungku langsung berdegup kencang. Ternyata benar dugaanku. Selain menyuruh ganti susu, dokter pun memberikan resep obat. Obatnya bernama Apolar Desonide Cream dan Ezerra. Apolar penggunaannya dioleskan tipis diwajah Naya yang terdapat alergi, sementara Ezerra dioleskan ditangan dan kaki yang terkena alergi. Alhamdulillah, setelah pemberian obat dan ganti susu, perlahan bintil2 diwajahnya ilang dan wajahnya jadi mulus lagi. Gak hanya itu, daun telinga Naya sebelah kanan yang sempat kasar banget dari lahir jg ikut mulus lagi. Wajahnya yang merah juga udah gak merah lagi. Dulu gak sempat mikir apa-apa waktu wajahnya merah. Aku pikir, namanya bayi baru lahir kan memang kulitnya merah. Tapi sempat mikir juga waktu umur Naya udah hampir sebulan kok kulitnya masih merah aja. Dan ternyata sekarang semuanya terjawab. Kemungkinan kulitnya yg merah itu juga efek dari alergi. Buktinya sekarang udah gak merah lagi. Seneng banget. Alhamdulillah…

Penasaran dengan alergi susu sapi, aku pun browsing di google lagi untuk mencari tahu lebih lanjut. Alergi susu sapi, atau istilah kedokterannya “Dermatitis Atopi” memang rentan diderita bayi usia dibawah 2 tahun. Reaksi alergi bisa bersifat langsung ataupun tertunda. Bersifat langsung dalam artian, reaksi alergi langsung muncul beberapa menit hingga 1 jam setelah susu sapi diminum. Berbeda dengan bersifat tertunda yang reaksi alerginya muncul beberapa jam bahkan berhari-hari setelah susu sapi diminum dan baru tahu ternyata Naya tergolong reaksi alergi yang tertunda.

Gejala alergi susu bermacam-macam,diantaranya gatal-gatal dan ruam merah pada kulit, muntah, pembengkakan, dan diare disertai darah. Alhamdulillah gejalanya Naya hanya ruam merah pada kulit aja, gak sampai yang aneh-aneh lainnya. Untuk kasus bayi yang menderita alergi memang disarankan untuk berganti jenis susu formula (jika tidak minum ASI).

Alternatif susu sapi mencakup:
• formula protein kedelai – sekitar separuh anak-anak yang alergi terhadap susu sapi juga akan alergi terhadap kedelai. Susu formula kedelai tidak direkomendasikan untuk bayi di bawah 6 bulan tapi bisa dicoba pertama sebagai susu alternatif pada bayi usia di atas 6 bulan
• Formula hidrolisat ekstensif (EHF) – ini adalah susu yang telah dibuat sedemikian rupa sehingga dapat memecah sebagian besar enzim yang menyebabkan gejala alergi. Ini adalah alternatif pilihan pertama untuk bayi di bawah 6 bulan dengan alergi susu sapi. Contoh termasuk EHF Pepti Junior dan Pregestimil. Susu formula yang dihidrolisat sebagian seperti susu HA (hipoalergenik) tidak dapat diberikan pada bayi dengan alergi susu sapi.
• Formula asam amino (AAF) adalah susu yang benar-benar diuraikan dengan menghilangkan protein yang menyebabkan alergi. Ini akan diperlukan sekitar 10% dari alergi susu sapi anak-anak. Contoh formula asam amino ini adalah Neocate dan Elecare.

Sempat khawatir, apakah alergi ini akan terus diderita hingga dewasa nanti? ternyata jawabannya “tidak”. Semakin bertambah umur si anak, kekebalan tubuhnya juga semakin berkembang sehingga reaksi alergi perlahan akan hilang. Kebanyakan alergi akan hilang jika si anak berumur 1tahun ke atas, tapi banyak juga bayi yang masih berumur 6bulan keatas udah hilang alerginya. Moga-moga aja alergi Naya cepat hilang. Kasihan juga kalau ngeliat dia alergi gitu…
Get well soon, dear.. :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s