Happy Pregnancy (III) ^^

Trimester ketiga (7-9 bulan)

Agak telat benarnya nerusin tulisan niy soalnya si dedek udah lahir.. hehe.. tapi kalau nulisnya cuma berhenti sampe trimester kedua kan kurang afdol ya.. jadi aku lanjutin aja ya nulisnya..

Alhamdulillah sudah memasuki trimester ketiga. Agak lega memasuki trimester ini soalnya si dedek pasti udah makin gede di dalam n anggota tubuhnya juga udah dikatakan lengkap. hanya butuh penyempurnaan untuk anggota tubuh lainnya. walaupun begitu, ada sedikit kekhawatiran juga. takut lahir prematur. soalnya aku banyak membaca dan mencari tahu info tentang kelahiran katanya baby bisa dikatakan sudah matang untuk dilahirkan kalau udah memasuki usia kehamilan 37-40 minggu. kalau kurang dari usia kehamilan 37 minggu dibilangnya prematur karena paru-paru nya belum matang benar. Rata-rata kelahiran prematur biasanya di dahului dengan KPD (Ketuban Pecah Dini) atau bisa ketuban rembes. Bedanya apa?? Kalau KPD, air ketuban yang keluar jumlahnya langsung banyak, sehingga si baby harus segera dilahirkan sebelum air ketuban didalam rahim habis. Nah, kalau ketuban rembes itu air ketuban yang keluar hanya sedikit. kadang orang awam masih rancu membedakan antara air ketuban rembes dengan keputihan. Ada kasus seorang ibu yang gak sadar kalau air ketubannya rembes, dipikir hanya keputihan saja (maklum, kalau bumil emang cenderung bakal mengalami keputihan. tapi selama keputihannya tidak berbau n tidak bikin gatal, itu wajar). Jadi si ibu itu hanya santai saja, hingga suatu saat terdeteksi bahwa air ketuban dalam rahimnya tinggal sedikit dan mau gak mau juga si baby harus segera dilahirkan supaya selamat. Katanya seh untuk mendeteksi cairan yang keluar itu air ketuban atau keputihan bisa dicek memakai kertas lakmus. jadi kalau kertas lakmus berubah warna menjadi biru berarti itu air ketuban.

Sempat khawatir juga kalau tau tentang KPD ataupun ketuban rembes. apalagi makin gede perutku makin sering aja aku mengalami keputihan. tapi karena aku rajin kontrol USG ke dokter, aku yakin Insyaallah kalaupun hal itu terjadi bisa cepat terdeteksi sejak awal. jadi penanganannya pun gak sampai terlambat karena kalau terlambat sedikit aja udah mengancam jiwa si kecil. Naudzubillah..

Oh ya, memasuki trimester ketiga ini gerakan si kecil makin aktif, apalagi kalau malam hari. Haduuh… sampai bikin aku gak bisa tidur. gerakan sikecil udah gak cuma berupa tendangan aja, kadang sampai membentuk gelombang gitu. entah sedang apa si dedek didalam perut bunda. hehehe.. Saking aktifnya gerakannya, kadang tendangannya sering mengenai ulu hati dan tulang rusuk hingga rasanya ngiluuu banget… Pinggang dan punggung pun makin kerasa sakit dan pegel-pegel gak karuan sampai erik pun berganti profesi sebagai “tukang pijat pribadiku”. hihihi..😀

Badan juga makin terasa berat. Nafas sering ngos-ngosan, apalagi kalau di pakai jalan-jalan. mesti lebih banyak istirahatnya daripada jalan kakinya. hehehe… Tidur pun udah mulai gak nyenyak soalnya posisi tidur pun harus diatur. Posisi tidur yang paling baik untuk bumil harus miring kiri karena diposisi inilah asupan oksigen yang diterima si dedek lebih besar. kalaupun pegel, boleh berpindah posisi miring kanan. tapi dianjurkan jangan lama-lama, hanya sebentar saja, kemudian balik lagi ke posisi miring kiri. Oh ya, tidak dianjurkan tidur telentang karena bisa menekan pembuluh aorta/vena si ibu yang dampaknya bisa sangat buruk bagi si ibu. Lagian tidur telentang juga gak nyaman soalnya bikin sesak nafas.

Dari awal, aku mendapat dukungan dari Erik dan ibuku untuk melahirkan secara caesar. Jujur, dari hati yang terdalam sebenarnya pingin banget bisa lahiran normal. tapi karena ada kendala ambeien yang kata dokterku kalau lahiran normal bisa makin gede. aku pun juga gak pede bisa melewati lahir normal soalnya aku hampir gak pernah jalan-jalan pagi, dan gak pernah ikut senam hamil. akhirnya, aku pun menyetujui untuk lahiran caesar.

Hpl-ku (Hari Perkiraan Lahir) sebenarnya tanggal 24 April 2014. Kalau caesar kan katanya bisa milih tanggal tuh. Aku dan erik awalnya rencananya pingin lahiran tanggal 14 April. biar tanggal cantik gitu maksudnya (14414). Tapi karena aku rasa terlalu dekat dengan Hpl, dikhawatirkan udah terjadi kontraksi, jadi aku dan Erik memajukan tanggal lahiran menjadi tanggal. 4 April 2014 (4414). Setelah dikonsultasikan ke dokterku, eehh ternyata tgl. 2-11 april, dokternya pergi ke luar negeri. jadi dokterku menyarankan lahiran tgl. 1 April 2014 aja, kan masih tergolong tgl cantik tuh (1414). Ya udah, akhirnya aku dan Erik menyetujuinya. Jadilah, tanggal, 1 April “deal” sebagai hari lahiranku.

Bismillah.. Semoga proses operasi caesarnya berjalan lancar tanpa ada hambatan sedikitpun. Ibu dan baby sehat dan selamat. Amin Ya Robbalalamin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s