Journey to be (+) ^^

Tak terasa sudah 3tahun lebih aku membina rumah tangga dengan Erik, dan saat-saat yang menjadi beban adalah ketika orang-orang mulai menanyakan momongan kepada kami. Sempat gondok juga kalau pas kumpul-kumpul keluarga,terutama ketika hari raya, selalu aja momongan yang belum kunjung datang yg jadi topic pembahasan. Apalagi masku yang baru aja menikah udah langsung berhasil aja membuat istrinya hamil. Tetangga-tetangga pun mulai berkomentar,”Wah…adiknya dibalap rek..kapan niy adiknya nyusul hamil?” Sebel banget kalau ada orang yang bilang gitu, emangnya aku bisa nentukan kapan aku bisa hamil? Kan semua itu Allah yang udah menentukan.. Huuuhh…
Berbagai macam upaya dan doa selalu menyertai kami. Usaha yang kami lakukan pun tidak hanya dari segi medis,tapi juga melalui alternative. Sejak aku keguguran bulan Oktober 2010 lalu, memang belum ada tanda-tanda kehamilan lagi. Memang aku sering banget telat haid,kadang hingga sampai 3bulan aku tidak haid,tapi ternyata itu bukanlah tanda-tanda kehamilan.

Aku sampai bela-belain resign dari tempat kerjaku dan pindah ke Pasuruan dengan harapan momongan itu akan segera datang soalnya ada orang yang bilang kalau kemungkinan aku belum hamil-hamil juga karena capek bekerja. Satu tahun aku lewati tanpa bekerja,tapi tetap aja momongan tak kunjung datang. Akhirnya,aku pun memutuskan untuk mencari pekerjaan lagi dan aku diterima bekerja di Bangil yang jaraknya cukup jauh dari rumahku. Pekerjaan ini aku jalani dan aku pun mulai pasrah pada Allah. Beberapa bulan aku bekerja di Bangil ini, aku semakin merasa pesimis masalah momongan. Pasalnya,ditempat kerjaku ini bisa dibilang seperti “kerja rodi”. Pulangnya selalu malam, dan terkadang hari libur pun harus masuk untuk kegiatan marketing. Aku berpikir,”dulu kerja di Sidoarjo yang bisa dibilang sangat santai aja,aku belum bisa hamil,apalagi kerja disini yang sangat-sangat membuat aku lelah tak berdaya”, dan akhirnya akupun hanya bisa berdoa aja.

Bulan berganti bulan aku menjalani “kerja rodi” dan aku mulai gak kerasan. Gimana bisa kerasan, kerjanya itu lho beda 180 derajat dengan pekerjaanku yang dulu. Sebenarnya masalah pekerjaannya seh gak berat, tapi yang masalah itu jam kerjanya yang terlalu “over” tanpa ada imbalan yang sepadan, itulah yang bikin hati gak ikhlas menjalaninya, raga terasa disiksa,tapi hasil yang didapat gak seberapa.

6 bulan berlalu sejak aku bekerja disana. Saat itulah doa dan harapanku selama ini terjawab sudah. Allah telah memberikan kabar terindah dalam hidupku. Alhamdulillah, hasil testpack menyatakan positif. Sempat gak percaya dan akupun melakukan test berulang- ulang kali sebelum aku memberitahu Erik kabar gembira ini dan berkali-kali juga hasil testnya menyatakan (+). Alhamdulillaahh… Tak henti-hentinya aku berucap syukur pada-Nya atas amanah yang telah diberikan-Nya. Bulan Agustus 2013 (lupa tanggal berapa), aku memberitahu kejutan itu pada Erik saat dia baru pulang kerja. Aku melihat binar-binar dimata Erik yang menunjukkan betapa bahagianya dia. Saat itu pula dia langsung memelukku. Kami pun hampir menangis berjamaah saking terharunya. Hehe…😀

Alhamdulillah ya Allah atas anugerah terindah yang Engkau berikan pada kami. Kami akan menjaga sebaik mungkin amanah dari-Mu ini ya Allah.. Semoga dedek bayinya sehat terus dan lahir dengan selamat, dan semoga kami bisa menjadi orang tua yang baik dan bisa menuntun anak kami sesuai dengan kaidah agama Islam. Amien3x ya Robbalalamin… 

Oh ya,berikut record perjalanan ikhtiyar kami dari awal menikah hingga berhasil (+) :
• 6 Februari 2010 = Lia & Erik dinyatakan SAH oleh penghulu dan para saksi. Alhamdulillah😀
• Bulan April s.d Juli 2010 mulai menjalani program hamil di Dr. Hud (RS. Delta Surya Sidoarjo). Terapinya minum obat profertil (semacam obat penyubur) selama 3 siklus haid yang diminum pas datangnya haid aja, tepatnya haid hari ke-3 hingga haid ke-7.
• Bulan Agustus 2010 berhasil hamil. Alhamdulillah…😀
• Bulan Oktober 2010, aku mengalami keguguran karena janin dinyatakan tidak berkembang (blighted ovum) dan harus dikuret di RS. Mitra Keluarga Waru oleh Dr. Yunanto. Saat-saat inilah Erik benar-benar jadi penguatku soalnya seharian aku nangis terus 
• Bulan November 2010 s.d Januari 2011 pasca kuret tidak diperbolehkan Dr. Yunanto untuk hamil lagi demi pemulihan kondisi rahim. Harus sabar niy..
• Bulan Februari 2011 mulai program hamil lagi, tapi berganti dokter ke Dr. Masnunah (RS. Siti Hajar Sidoarjo). Aku dikasih obat hormone cyclo progynova soalnya aku mengeluh kalau haidku tidak teratur. Jadi sebelum dikasih obat penyubur harus dikasih obat hormone dulu selama 3 siklus haid.
• Sekitar bulan Maret 2011, aku dibelikan papa mertuaku jamu di Ir. Juanda untuk mengatasi toksoplasma. Maklum, salah satu penyebab janinku tidak berkembang kemungkinan salah satunya karena toksoplasma, walaupun kata Dr.Yunanto hasil laboratorium untuk test toksoplasmaku itu negative. Kata Ir. Juanda, biasanya pasiennya yang susah hamil,terus terapi minum jamu ini minimal 4bulan bisa langsung hamil. Benernya pas itu, aku pingin banget terapi jamu itu, tapi mengingat harga jamunya mahal banget. Saat itu harga 1 botol jamunya 750ribu + 1 botol madu 100ribu. Jamu 1 botol jamu isinya 1liter. Cara minumnya terlebih dahulu 1 liter jamu itu dipindah jadi 2 botol,masing-masing di isi 500ml jamu dengan dicampur masing-masing 500ml air putih. Jadi ntar racikan jamunya jadi 2 botol gitu. Nah, tiap minum dicampur madu 1-2 sendok. 2 liter botol jamu itu harus diminum pasutri,jadi gak Cuma si istri doank,tapi si suami juga wajib minum. 2 liter botol untuk pasutri harus habis selama 2minggu. Jadi bayangin aja, berapa budget yang harus aku siapin untuk beli jamu itu. Paling tidak kan 1bulan butuh budget 1,7juta. Duit sapa booo’’… hahaa… jadi aq gak menjalani terapi itu, aku Cuma abisin jamu yang dari papa mertua, abis itu aku udah gak beli lagi deh,. Hehe..
• Sekitar pertengahan tahun 2011 (lupa bulan apa), aku disarankan ibuku pijet perut gitu. Kata orang yg mijet seh, posisi rahimku agak miring atau gimana gitu… lupa deh.. pokoknya pas itu dipijet dan dibenerin gitu. Sumpah sakiiitt banget boo’… Abis dipijet terus dikasih resep beberapa bahan herbal yang susah banget nyarinya. Tapi aku gak ikutan nyari seh, tepatnya ibuku yang nyarikan. Lupa bahan-bahannya apa, pkoknya kalau gak salah ada kayu manis, sirih, terus batang kayu jati yg dibakar atau apaaa gitu… Semuanya ibuku yang mencarikan dan membuatkannya untukku. So sweet kan?? Saking pinginnya punya cucu tuh… hehe..😀. Hasil olahannya kayak jadi jamu gitu dan rasanya dijamin gak enak. Hahaha.. tapi tetep aja aku minum. Namanya juga ikhtiyar..😀
• Bulan Januari 2012, aku berhenti bekerja di Sidoarjo dan pindah ke Pasuruan dengan harapan bisa segera dapat momongan. Bismillah… 
• Sekitar bulan Mei s.d Agustus 2012, aku menjalani program hamil lagi ke dr. Wayan (Rumah bersalin Estining Pasuruan). Aku dikasih obat profertil lagi.
• Sekitar akhir bulan Agustus 2012, sisa obat yang dari Dr. Wayan tidak aku minum lagi soalnya aku disaranin temannya Erik untuk datang ke semacam alternative di Pasuruan pelosok gitu.. Orang yg kasih terapi udah tua banget, kami memanggilnya “mbok “. Orangnya gak bisa ngomong bahasa Indonesia maupun Jawa. Bisanya Cuma ngomong bahasa Madura. Akhirnya terpaksa kami ngerepotin temannya Erik dengan mengajaknya ikut menemani kami saat terapi guna men-translate bahasa Madura si mbok itu. Hehe..😀 Terapinya berupa dipijet dibagian punggung dan perut. Setelah itu aku di suruh minum air putih yang katanya sudah didoain gitu.. Aku dikasih resep yang harus diminum tiap hari, yakni ketimun dan kunyit diparut, terus diperas. Terus air perasannya dikasih air mentah 3 sendok. Setelah itu diminum deh.. Gak enak banget rasanya dan males banget minumnya, tapi berhubung Erik udah susah payah memarut bahan-bahannya untukku. Jadi gak mungkin aku mengecewakannya kan..😀
• Sekitar bulan Oktober 2012, disaranin ibuku datang ke kyai di daerah dekat Pasar ikan Sidoarjo gitu.. kyainya ngasih aku minum air putih yang udah di doain katanya. Terus terapinya di rumah aku dan Erik disuruh baca surat Al-Fatihah, Shalawat Nariyah, dan surat At-Thoriq masing-masing sebanyak 41 kali setiap harinya.
• Bulan Februari 2013, aku berhenti ikhtiyar dan mulai bekerja lagi di Bangil. Saat itulah, aku hanya mengandalkan doa kepada Allah SWT.
• Bulan Juni 2013, aku iseng-iseng minum obat profertil (sisa obat dari Dr.Wayan). Berhubung aku udah gak asing dengan obat itu, jadi aku udah tau bener kalau obatnya itu diminum saat haid hari-3.
• Bulan Juli 2013, aku masih haid, tapi tumben haidku kok teratur padahal biasanya sampai berbulan-bulan selalu telat haid.
• Bulan Agustus 2013, aku telat haid. Aku berpikir mungkin emang telat seperti biasanya. Tapi anehnya ada sedikit keganjalan dalam diriku, dadaku terasa sakit seperti mau haid tapi haid tak kunjung datang. Terus aku juga udah mulai ngerasa mual. Saat itulah akhirnya aku memberanikan diri membuka lemari yang isinya koleksi testpack-ku jaman dulu (maklum,dulu aku pernah beli testpack banyak banget, jadi tiap telat haid biar gak bolak-balik beli, tapi sejak hasilnya negative terus,aku jadi mulai menyimpan rapat si testpack itu). Alhamdulillah.. hasil testpack positif.. Yipiiii… Saat itu koleksi testpack tinggal 3 bungkus. Jadinya dalam 3 hari aku test terus untuk meyakinkan diriku sendiri sebelum akhirnya aku memberitahukan kabar gembira ini pada Erik.. hehe..😀 . Aku menganggap hal ini adalah berkah lebaran tahun ini karena kabar gembira ini kami tahu pasca lebaran.. Tak henti-hentinya aku mengucapkan Alhamdulillah… 

Alhamdulillah.. Sekarang usia kehamilanku menginjak 36minggu. Insyaallah minggu depan aku akan melahirkan secara Caesar (setelah berbagai macam pertimbangan). Ya Allah berikanlah kelancaran pada proses kelahiranku nanti Ya Allah.. berikanlah kesehatan n keselamatan padaku dan bayiku. Serta berikanlah panjang umur dan kesempurnaan pada bayiku tanpa kekurangan satu apapun. Dan jadikanlah anakku nanti menjadi anak yg sholeh/sholehah serta selalu berada pada jalan-Mu ya Allah. Amiin ya Robbalalamin… ^^

DSC_0636cabecabean1

2 thoughts on “Journey to be (+) ^^

  1. Terharu membaca kisah mbak lia yg judulnya journey to be +
    Betapa membuatku hampir menangis krn saya sndri jg sedang ingin hamil.smoga kisah mbk lia bs mnjadi inspirasi buat saya untuk mncontoh semangat dlm brikhtiar..🙂

    • Semangat ya mbk.. insyaallah smua indah pd waktunya. Hanya perlu qt bersabar akan dtgnya waktu indah itu. Yg penting jgn berhenti brdoa n ikhtiar ya mbk.. semangaatt.. :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s