My High School

SMA Negeri I Sidoarjo atau biasa di singkat Smanisda adalah sekolahku. Smanisda berlokasi di Jl. Jenggolo No. 1 Sidoarjo.

Aku masuk di sekolah ini pada tahun 2002 dan lulus tahun 2005. Aku bangga banget bisa bersekolah disini soalnya sekolah ini adalah sekolah favorit se-Sidoarjo. Ibuku dan masku dulu juga bersekolah disini lho. Tidak sembarang orang bisa masuk di sekolah ini karena harus memiliki NEM (Nilai Ebtanas Murni) yang tinggi dan perlu mengikuti tes pula.

Sejak tahun 2006, tepatnya setelah aku lulus, sekolah ini menjadi sekolah yang berstandard internasional. Itu berarti dalam sehari-hari, baik siswa maupun guru mulai membiasakan diri untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Fiiuuhh… untung aja aku udah lulus soalnya aku paling tidak pandai dalam bahasa Inggris. hehe..😀

Sekolah ini adalah sekolah yang penuh kenangan bagiku. Memang masa-masa terindah saat sekolah itu adalah masa-masa SMA ya, tidak perlu mikir kerja cari uang, laper tinggal makan, mau jajan tinggal minta orang tua, dan sudah mengenal yang namanya pacaran. hehe..😀. Saat kelas 1 dan 2 SMA itulah saat paling menyenangkan karena belum dipusingkan oleh ujian akhir dan segala ujian prakteknya. Jadi ingat ujian praktek paling susah adalah pelajaran Fisika. Saat itu, aku sampai mengulang berkali-kali untuk ujian praktek Fisika karena gagal terus menerus. Sebelum ujian, kita tidak diberitahu judul bahan praktek kita itu apa. Judul praktek baru diberitahu pas hari H dengan mengambil undian yang didalamnya bertuliskan judul bahan prakteknya. Lha waktu ujian yang berkali-kali itu kok ya pas aku mendapat undian judul yang tidak aku bisa dan tidak aku pahami lho. Apes.. apes.. Hingga akhirnya setelah mengulang praktek berkali-kali karena gagal, tiba saatnya kesempatan terakhir yang diberikan para guru. Setelah itu tidak akan ada lagi kesempatan untuk mengulang praktek yang gagal. Dan ternyata apa yang terjadi saudara-saudara? Ternyata aku masih apes juga, aku malah dapat undian dengan judul yang paling aku takuti, bahkan  semua teman-temanku juga takut karena dirasa paling susah. Lantas, apa yang aku lakukan? Aku hanya diam saja sambil termenung beberapa menit, kemudian melangkahkan kaki menuju meja guru sambil berkata,” Pak.. saya menyerah. Saya tidak mempelajari dan tidak mengerti bahan praktek ini.” Saat itu, aku sudah sangat putus asa. Aku berpikir, masa gara-gara gagal praktek Fisika ini aja aku bisa tidak lulus ya? Pak guru itu memandangiku dan mungkin kasihan melihat wajahku yang memelas dan terlihat hampir menangis itu. Akhirnya pak guru pun berkata,” Ya sudah tidak apa-apa. Sekarang kamu pilih saja bahan yang sudah kamu pelajari dan kamu pahami.” Alhamdulillah.. wajahku yang langsung berubah menjadi ceria lagi dan senyumanku pun langsung merekah. hehe..😀

Oh ya, di sekolah ini pula lah, aku mengenal Erik yang sekarang sudah menjadi suamiku. Jadi bisa dibilang kalau Erik lah yang selalu mewarnai masa-masa SMA-ku dan selalu mendukungku dalam hal apapun juga selama masih bernilai positif. Thanks ya Erik. U are my hero🙂.

Ada kejadian memalukan yang pernah aku dan Erik alami di sekolah ini. Ceritanya ketika kami menginjak kelas 3 SMA. Saat itu, kami sudah tidak sekelas lagi. Aku berada di kelas IPA-10, sementara Erik di kelas IPA-5. Nah, waktu itu kelasku lagi jam kosong karena gurunya tidak masuk. Sementara guru di kelasnya Erik pun juga tak kunjung datang. Jadi, Erik mengira mungkin gurunya juga tidak masuk. Kami berdua pun langsung menuju ke perpustakaan untuk membaca bersama. Ternyata saat itu, ada seorang guru yang heran melihat kami ada di perpustakaan ketika jam pelajaran. Guru itu pun mendatangi kami dan bertanya,” lho.. jam pelajaran kok ada di perpustakaan?”. Aku pun menjawab kalau guru di kelasku, yaitu kelas IPA-10 tidak masuk dan tidak ada guru penggantinya. Guru itu pun manggut-manggut mendengarkan penjelasanku karena beliau tahu sendiri kalau di kelasku memang tidak ada gurunya. Kemudian guru itu balik bertanya pada Erik dengan pertanyaan yang sama, Erik pun menjawab,” kelas saya juga tidak ada gurunya pak.” Sang guru bertanya lagi,”memangnya kamu kelas IPA berapa?” Erik menjawab kalau kelasnya adalah IPA-5. Guru itu pun wajahnya langsung berubah marah sambil berkata,” lho.. bagaimana seh kamu ini. Kelas IPA-5 lho ada gurunya. Sekarang waktunya pelajaran bahasa Inggris kan? Ayo balik ke kelas.” Setelah puas memarahi Erik, guru itupun meninggalkan kami.

Aku dan Erik pun kaget dan kebingungan karena tidak tahu kalau guru di kelasnya Erik ternyata sudah datang. Erik mengira gurunya tidak masuk karena tak kunjung datang. Mungkin karena panik dan takut dimarahi, Erik pun tidak berani kembali ke kelasnya, apalagi mengingat sebentar lagi jam pelajaran bahasa Inggris sudah selesai. Erik mencoba menenangkan dirinya sendiri dengan berpikir kalau kemungkinan besar guru bahasa Inggrisnya itu tidak akan tahu kalau dia tidak ada di kelas soalnya guru itu memang tidak pernah mengabsen.

Dan ternyata pikiran Erik itu salah,  setelah jam pelajaran bahasa Inggris berakhir dan Erik kembali ke kelas, Erik langsung mendapat info dari temannya kalau guru bahasa Inggrisnya itu tahu kalau Erik tidak ada di kelas karena mendapat laporan dari guru yang memergoki kami di perpustakaan itu dengan berkata kalau Erik tidak ikut pelajarannya karena pacaran di perpustakaan. Teman Erik juga bilang kalau guru bahasa Inggris itu berpesan kalau Erik disuruh datang ke rumahnya untuk minta maaf. Apabila tidak dilakukan, Erik tidak akan diperbolehkan mengikuti jam pelajarannya lagi. Wah..wah… kasihan banget ya Erik. Akhirnya pada hari itu juga sepulang sekolah Erik langsung menemui guru bahasa Inggris itu di rumahnya untuk minta maaf dan untungnya  gurunya baik dan sama sekali tidak marah, serta langsung memaafkan Erik dengan perjanjian tidak akan mengulanginya lagi. Alhamdulillah… Aku ikut lega deh…

Sebenarnya masih banyak lagi cerita-cerita seru lainnya ketika masa-masa SMA, tapi tidak mungkin aku ceritakan semua kan? hehe..😀 Buat kalian yang mempunyai kejadian seru juga saat SMA, ceritakan yuk dengan mengisi comment dibawah. Indahnya berbagi…🙂

 

Sweet Memory, 

Tahun 2005 

Aku dan Erik saat wisuda SMA (jaman masih kurus-kurusnya  -__-“)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s