Pengemis oh Pengemis

Aku menulis catatn ini karena aku melihat fenomena tentang pengemis yang sangat mencengangkan buatku. Kemarin saat aku dan Erik makan disebuah tempat makan di Pasuruan, tiba-tiba ada seorang pengemis datang menghampiriku. Pengemis itu adalah seorang wanita yang sudah sangat tua, dan bisa dibilang sudah mbah-mbah. Pengemis itu meminta belas kasihanku untuk memberinya uang. Aku pun berusaha memberinya uang dengan membuka isi dompetku. Sangat disayangkan ternyata isi uang dalam dompetku cuma ada selembaran uang 50.000. Aku pun meminta maaf pada pengemis itu karena tidak bisa memberinya uang.

Pengemis itupun pergi menjauh dariku, kemudian mendatangi pegawai tempat makan itu untuk meminta uang juga. Entah apa yang terjadi tiba-tiba aku mendengar suara “BRRAAAAAKKK”. Suara yang terdengar seperti seorang yang menggebrak meja dan suara itu terdengar begitu keras. Aku bisa mendengarnya dengan jelas, padahal jarak meja makanku dan pegawai itu cukup jauh. Aku pun tidak curiga apa-apa, aku berpikir mungkin suara itu dari suara meja yang sedang di tata para pegawai itu.

Tetapi, ternyata pikiranku itu salah. Erik yang saat itu tidak sengaja melihat peristiwa gebrak meja itu tiba-tiba berucap,”Ya Allah hanny, mengemis itu kok gebrak meja ya..”

What???? Pengemis??? Sumpah, aku langsung kaget banget. Apa aku salah dengar ya. Aku sampai bertanya pada Erik,”apa? siapa yang gebrak meja tadi?”. Erik pun menjawab,”pengemis yang tadi minta uang sama kamu juga itu lho.” Aku pun hanya diam dalam tanda tanya, kenapa pengemis itu menggebrak meja ya?

Saat sang pelayan mengantarkan makanan dimejaku, Erik pun bertanya pada pelayan itu, kenapa pengemis tadi kok menggebrak meja? Sungguh aku lebih kaget lagi mendengar jawaban si pelayan itu. Pelayan itu bilang kalau pengemis tadi marah karena cuma di kasih uang 500 perak.  Dalam hatiku langsung berucap, Astagfirullah….

Miris sekali aku melihat kejadian ini. Kenapa pengemis yang awalnya sangat aku kasihani itu malah tidak tahu rasa bersyukur? Kenapa orang yang sudah memberinya uang tidak mendapatkan ucapan terima kasih malah mendapat amarah darinya sampai menggebrak meja segala? Sempat aku terdiam beberapa detik sambil memikirkan kejadian itu, sambil hatiku terus berkata,”kok bisa ya.. kok bisa ya.. kok bisa ya pengemis tua tadi melakukan hal itu?”

Berawal dari kejadian itu, aku mencoba mencari tahu tentang pengemis-pengemis di Indonesia. Entah kenapa aku sangat tertarik pada kehidupan seorang pengemis. Aku pun membuka google untuk mendapatkan berbagai info dan betapa kagetnya aku ketika aku membaca sebuah situs yang berjudul “Profil Pengemis Terkaya di Indonesia”.

What??? Pengemis terkaya???

Ya.. memang itulah faktanya. Pengemis yang selama ini kita kenal sebagai orang yang tak mampu dan meminta belas kasihan orang dengan meminta uang  untuk  mereka pergunakan membeli makanan, kenyataannya tidak semua pengemis seperti itu.

Ada pengemis terkaya di Indonesia yang bernama Cak To. Cak To telah mempunyai 2 sepeda motor, sebuah mobil, dan 4 rumah.  Dia juga mempunyai 54 anak buah pengemis yang telah dia sebarkan diberbagai daerah yang nantinya anak buahnya itu akan membagi hasilnya kepada Cak To. Hasil setoran dari anak buahnya perhari sekitar 200-300 ribu. Yang berarti dalam sebulan Cak To mempunyai penghasilan sebesar 6-9 juta. Gilaaaa benerrr…. !!!

Hal yang begini ini yang membuat kita terkadang ragu jika memberi uang kepada pengemis. Niatnya kita ingin sedekah, tapi takutnya  sedekah itu malah diterima orang yang salah atau orang sebenarnya mampu. Tapi, jangan sampai karena adanya keraguan ini, kita jadi tidak bersedekah lagi ya, pren?

Ingatlah firman Allah pada surat Al-Baqarah 272 yang berbunyi,” Dan apa saja yang kalian sedekahkan dari harta yang baik, maka sesungguhnya sedekah itu untuk diri kalian sendiri, dan apa saja yang kalian sedekahkan tidak lain hanyalah mengharap keridaan Allah. Dan apa saja yang kalian sedekahkan dari harta yang baik, maka kalian tidak akan pernah dizalimi (dirugikan).” 

Jadi, entah pengemis itu palsu atau tidak, yang penting niat sedekah kita adalah niat karena Allah.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s