Pasuruan oo Pasuruan part 1

Pasuruan…
Salah satu kota yang terletak di propinsi Jawa Timur. Kota ini merupakan salah satu kota yg mempunyai julukan sebagai “kota santri”. Awalnya aq tidak paham betul dengan julukan itu. Aq berpikiran kalau mungkin disebut demikian karena mayoritas penduduk di kota ini beragama Islam. Terus, apa bedanya dg kota Sidoarjo yg juga mayoritas penduduknya beragama Islam pula?

Setelah aq tinggal di kota ini beberapa bulan, akhirnya semua pertanyaan itu terjawab. Memang kalau dilihat dari mayoritas agama penduduk kota Pasuruan dan Sidoarjo tidak ada bedanya. Kedua kota itu sama-sama mempunyai penduduk yg mayoritas beragama Islam. Hanya bedanya dari segi pemahaman dan penerapan tentang Islam terlihat lebih kental di Pasuruan daripada di Sidoarjo. Mengapa aq bisa berkata demikian? Aq uraikan satu-persatu ya biar lebih jelas.

– di Pasuruan lebih banyak wanita yg memakai jilbab, bahkan para pria pun gak mau kalah. Bukan gak mau kalah dalam hal memakai jilbab juga lho, tapi gak mau kalah untuk tampil lebih muslim, yaitu dengan cara sehari-harinya banyak yang memakai sarung dan kopiah. bahkan bisa dibilang sarung dan kopiah di Pasuruan bisa beralih fungsi lho. Sarung beralih fungsi sebagai celana karena bisa dipakai dimana saja, bahkan ketika berbelanja di Mall (atau lebih tepatnya disebut supermarket besar) juga bisa dipakai lho. Kopiah-pun gak mau kalah. di Pasuruan, kopiah bisa beralih fungsi sebagai helm. hehe… kenapa aq sebut demikian? karena banyak orang yg berkendara motor tidak memakai helm, melainkan kopiah dan herannya kok gak ada polisi yang nilang. hihi…😀
– di Pasuruan sangat sering diadakan acara pengajian hingga menutup jalan2 besar lho. Pernah suatu hari yg lalu aq n Erik sampai muter2 cari jalan gara2 banyak jalan yg ditutup karena adanya berbagai pengajian itu. Hebat kan pren? Gak hanya itu lho, bahkan setiap malam hari setelah sholat Isya, banyak orang yg duduk di alun2. Mereka duduk di alun-alun bukan utk nongkrong seperti orang-orang kebanyakan di Sidoarjo, melainkan mendengarkan ceramah dari masjid yg letaknya tepat di depan alun2. ckckckck… Subhanallah ya…
– Pernah mendengarkan suara adzan dari pusat perbelanjaan (Mall)? di Pasuruan lah kalian bisa mendengarkan adzan berkumandang ketika dhuhur, ashar, maghrib, dan isya ketika sedang asyik berbelanja. Pertama kali aq mendengar ketika aq berbelanja di Carrefour saat sore hari. Saking banyak barang yg harus dibeli hingga tak terasa sampai menginjak waktu Maghrib. Saat itu pula, musik2 syahdu dari berbagai macam aliran, pop Indonesia, western, dangdut, hingga lagu mendayu-dayu dari penyanyi Malaysia seketika berubah menjadi suara adzan Maghrib. Subhanallah… Surprise deh rasanya.. soalnya setauku di Sidoarjo gak pernah ada yg seperti ini. Paling menthok jg di Sidoarjo memperdengarkan adzan maghrib saat hari puasa ramadhan aja untuk menunjukkan waktu berbuka puasa. Bener gak pren? hehe..
Itulah garis besar jawaban mengapa Pasuruan disebut sebagai “kota santri”. Sebenarnya masih banyak penjelasan lainnya, tapi kalau aq sebutin secara detail yg ada blog-ku ini bisa penuh dg cerita ttg Pasuruan. hehe.. Kalau ada yg masih penasaran, boleh dicoba deh tinggal di Pasuruan beberapa bulan. Numpang nginep di rumahku jg boleh, tapi bayar ya.. hehe..😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s